Cara Mengatasi Depresi, Bergantung Pada Diri Sendiri

Depresi bisa dirasakan oleh siapapun, menurut Halodoc, depresi merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan suasana hati yang merasa tertekan secara terus-menerus dan terkadang disertai dengan hilangnya minat dalam beraktivitas. Keadaan hati yang buruk ini bisa memperburuk kondisi kesehatan seseorang dalam segi pikirannya, tindakan, hingga kesehatan mental orang tersebut. Untuk mencegah hal buruk terjadi, ada baiknya untuk mempelajari seperti apa cara mengatasi depresi. Dikarenakan depresi dapat menyerang siapapun tanpa pandang usia, maka perlu kewaspadaan ketika ada anggota keluarga kita yang menunjukkan gejala depresi. Apa saja gejala dari depresi itu? Berikut ulasannya.

Menurut Norman Canfield dalam bukunya yang berjudul Dahsyatnya Kekuatan Berpikir Positif: Chicken Soup for The Soul, gejala-gejala depresi yang umum dialami oleh seseorang yaitu duka yang berkepanjangan, stres, cepat marah, frustasi, sering merasa letih dan tidak ada stamina, bertambah atau kurangnya keinginan untuk tidur, tidak memiliki hasrat seksual, dan lebih cenderung juga mengalami putus asa sehingga tidak memiliki harapan terhadap masa depan. Dalam buku tersebut juga dibahas penyebab depresi yaitu didominasi oleh faktor internal pribadi itu sendiri seperti merasa kurang percaya diri, merasa tertekan dengan kewajiban yang diemban, kurangnya berpikir positif, dan lebih memperhatikan kesalahan. Untuk memulai berpikir positif memang perlu latihan, namun itu bukanlah hal yang sulit. Tahap awal memang terasa sulit, maka diperlukan tekad yang kuat agar bisa bangkit dari keterpurukan depresi. Banyak kasus yang terjadi terkait depresi yang berujung pada self-injury dan bahkan banyak juga yang akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.

Lalu, bagaimana cara mengatasi depresi yang melanda? Mengatasi depresi pada anak-anak mungkin terhitung akan lebih sulit dibandingkan ketika mengatasi depresi pada usia remaja atau dewasa, karena untuk mengatasi depresi pada anak-anak diperlukan kerja sama yang baik antara psikolog dan orang tua. Terkadang juga dibutuhkan kerja sama dengan seorang psikiater. Untuk mengatasinya, bisa dilakukan psikoterapi, CBT atau Cognitive Behavior Therapy yang berfungsi untuk membantu penderita berusaha menghempaskan pikiran negatifnya dan mampu melakukan yang sebaliknya yaitu berpikir hal yang positif. Kemudian dilatih juga terkait PST atau Problem Solving Therapy untuk melatih si penderita menyelesaikan atau mencari solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi. Selain itu, terapis juga akan melakukan terapi psikodinamis dan bahkan ada yang menggunakan terapi kejut listrik atau yang dikenal dengan ECT (Electroconvulsive Therapy), namun tidak semua penderita akan melalui terapi ini karena terapi kejut listrik ini dikhususkan bagi mereka yang tidak kunjung sembuh, malah makin memburuk dan banyak dari mereka yang mencoba bunuh diri, dan depresi yang tidak kunjung membaik walaupun sudah diberikan obat-obatan.

Untuk mengatasi depresi yang disebabkan oleh faktor internal seperti yang sudah dijelaskan seperti rasa percaya diri yang kurang dan lainnya, bisa juga dengan menerima diri sendiri, baik itu kekurangan maupun kelebihan. Selain itu, kamu juga bisa membuat catatan setiap 20 menit dalam sehari untuk membuat daftar pikiran negatif yang kamu alami pada hari itu, kemudian kamu dapat menganalisisnya dan memeriksa pikiran negatif tersebut. Dengan mengetahui analisa dari pikiran negatif yang dialami, diharapkan kamu dapat mengetahui penyebab depresi sehingga kamu bisa mencegah, mengendalikan, bahkan memutus siklus depresi yang sering melanda. Karena di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Semakin sehat jiwa dan tubuh kita, maka kita akan lebih mudah mengendalikan emosi yang dirasakan setiap harinya.